Skip to main content

Jam Tangan Pria Richard Mille Aerodyne Tourbillon


Jam Tangan Pria Richard Mille Aerodyne Tourbillon dibangun dengan bahan Orthorhombic titanium aluminides yg merupakan bahan alloy baru yg dikembangkan dari bahan dasar titanium aluminides, yg terdiri dari struktur crystalline molecular yg spesifik dalam fase orthorhombic dari Ti2AlNb. Bahan ini digunakan dalam pola geometri sarang lebah yg awal mulanya diteliti oleh NASA sebagai aplikasi material inti dari bagian sayap pesawat supersonik, dimana tingkat resistansi suhu dan torsi yg ekstrem menjadi sangat penting.

Bahan alloy didalam bentuk sarang lebah ini memiliki tingkat kekakuan yg tiada duanya dalam hal koefisiensi ekspansi suhu termal dan resistansi torsi. Bentuk asli dari pelat dasar dari jam tangan keren ini dapat terlihat dari cekukan dial bagian samping yg berbentuk V dari sebuah sayap pesawat dimana ujung sayap diposisikan sedikit lebih tinggi dari badan tengah dari pesawat terbang itu sendiri. Barel daya utama dan mekanisme tourbillon diletakkan di tengah dari struktur yg aerodinamis ini, diseimbangkan oleh 4 tangan penghubung yg ringan di kedua sisinya. Richard Mille membangun jam tangan ini layaknya sebuah pesawat terbang supersonik.

Richard Mille juga turut memperkenalkan model jam tangan RM 023 Automatic yg mengisi jajaran produk antara model RM007 dan RM010. Menurut Mille, jam tangan mewah ini dirancang untuk pria dan wanita. Rotor putar pengisi daya ditawarkan dalam beberapa variasi geometri dan dapat dosesuaikan dengan tingkat aktifitas pemesan sebelum keluar dari pabrik. Bagian pemberat di sekeliling rotor dibuat dari bahan tungsten bercampur kobalt khusus, dan poros rotor dibuat dari keramik sintetis. Sistem barel ganda menyeimbangkan variasi aliran daya ke mesin yg menghasilkan penunjukan waktu yg lebih akurat. Mesin didalamnya diisolasi terpisah dari sasis melalui dudukan sasis dari karet. Roda penyeimbang dilindungi oleh Incabloc dibagian atas dan bawah.

Jam Tangan Pria Richard Mille Aerodyne Tourbillon dibandrol dengan harga jual kira kira $425,000 atau setara dengan Rp 5,737,500,000 ( IDR 5,7 Milyar ).

Comments

Popular posts from this blog

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono melangkah maju dengan tingkat daya baca chronograph. Peningkatan yg simpel namun signifikan ini diraih melalui penggunaan jarum jam sentral yg terpasang untuk menampilkan detik chronograph berjalan dan total menit chronograph berjalan. Jam tangan Carl F. Bucherer menjadi sangat populer setelah ikut bekerjasama dengan film John Wick yg kedua , dimana John sendiri menggunakan model Manero Autodate. Sedangkan di sekuel kedua, semua pemeran utama menggunakan berbagai model jam Carl F. Bucherer. Kebanyakan fungsi chronograph menampilkan menit berjalan di sebuah subdial. Oleh karena ukurannya yg kecil, subdial ini biasanya sulit untuk dibaca, terutama penghitung berjenis 60 menit. Subdial juga dapat terganggu oleh jarum jam dan menit. Carl F. Bucherer Manero CentralChrono memiliki tampilan penghitung chronograph 60 menit dibagian terluar dari muka dial ,yg mempermudah daya baca dan tidak terhalang oleh apapun. Tampilan ini adalah sebu...

Jam Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu

Hublot mengumumkan peluncuran J am Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu , jam ini adalah jam dalam kategori mewah dan terbatas. Jam tangan ini adalah versi desain ulang dari Hublot Big Bang Unico yg rancangan dial dan sistem penunjuk waktu yg inspirasi desainnya dikerjakan oleh seniman tato asal Swiss Maxime Buchi . Hublot Big Bang Sang Bleu mendapatkan namanya dari majalah dan merek desain kontemporer yg didirikan oleh Buchi di tahun 2006. Jam tangan Hublot yg baru ini langsung mengundang decak kagum dengan desain garis garis tegas dan pinggiran bezel heksagonal atau segi enam yg menyajikan tampilan geometri 3 dimensi, ini adalah kunci elemen estetika dari seni tato Buchi, yg telah menangani banyak selebriti seperti Kanye West dan Adam Lambert. Desain “ukiran gelas dan logam ” ini lalu disempurnakan oleh dial berwarna hitam matte, dengan pinggiran roda lebar berwarna hitam satin yg distempel dengan marka penunjuk jam dan indeks menit, dan diberikan sentuhan akhir tulisan khas Buchi....

Review Sejarah Jam Tangan Seiko

Review Sejarah Jam Tangan Seiko , bagi kalian yg mengenal Seiko dengan produk jam tangan berjenis Quartz atau baterai buatan mereka yg terkenal murah atau baru saja mengenal produk Grand Seiko yg kelasnya lebih mewah, mungkin tidak mengenal sejarah Seiko dalam membuat jam tangan kembali ke akhir abad ke 19 , dan beberapa diantaranya menjadi jam tangan pertama di dunia dalam kategorinya sendiri. Jam Saku Seikosha Timekeeper ( tahun 1895) Pendiri Seiko Kintaro Hattori berumur 21 tahun ketika dia membuka toko jam K. Hattori di distrik Kyobashi Tokyo dan mulai membuat dan memperbaiki jam. Umurnya 31 tahun ketika dia bekerjasama dengan seorang insinyur bernama Tsuruhiko Yoshikawa untuk membangun pabrik jam Seikosha yg menjadi cikal bakal Seiko hari ini di tahun 1892. Setelah melalui beberapa tahun membuat jam dinding, Seikosha merilis jam saku pertamanya yg dinamai Timekeeper pada tahun 1895. Sasis jam perak berdiameter 54.9 mm dibuat di Jepang , namun kebanyakan bagian dari mesin 2...