Skip to main content

Jam Tangan Klasik Jaeger LeCoultre Master Grand Tourbillon Continents


Jaeger LeCoultre dikenal baik sebagai pembuat karya seni enamel, dan pada tahun 2009 perusahaan meluncurkan dua seri jam tangan baru yg mengilustrasikan dua teknik pembuatan enamel tradisional yakni grand feu dan champleve pada dua koleksi jam tangan klasik Jaeger-LeCoultre Master Minute Repeater dan Jaeger LeCoultre Master Grand Tourbillon. Kali ini kita akan mengulas Jam Tangan Klasik Jaeger LeCoultre Master Grand Tourbillon Continents.

Enamel hari ini berasal dari abad 15 akhir, dan seni ini banyak disukai pada era dimana eksplorasi yg dilakukan oleh para penjelajah asal Spanyol dan Portugis mberhasil mengungkap keberadaan wilayah yg belum dikenal sebelumnya. Jaeger LeCoultre ingin merayakan seni enamel dan sejarah penjelajahan ini dengan menciptakan 3 buah model jam tangan Jaeger LeCoultre Master Grand Tourbillon yg menggambarkan wajah planet kita. Jam tangan ini lalu dinamai dengan Continents yg berarti Benua.

Menggunakan teknik champleve yg berarti ‘bidang yg diangkat’, area yg didekorasi di lubangi dengan sebuah alat bernama burin sementara meninggalkan jejak partisi di masing masing ‘sel sarang lebah’, meninggalkan motif corak untuk selanjutnya direproduksi pada pelat dial emas. Permukaan dari setiap benua diukir dan di guilloche searah dengan empat titik kompas yg tergambar di pinggiran bezel sasis, sementara lautan di beri dekorasi dengan efek ombak. Lapisan dari enamel transparan mengungkap motif ukiran dan memberikan kedalaman dan kepadatan warna yg luar biasa pada planisphere horologik ini. Pinggiran bezel diukir dengan kordinat geografis dari titik tengah motif, dimana jarum jam ditempatkan.

Setiap dari jam tangan JLC Master Grand Tourbillon didalam seri ini mewakili salah satu dari ketiga benua besar yakni Asia dan Australia, Amerika dan Europa, Afrika dan Timur Tengah. Model pertama dalam seri ini yakni benus Asia dan Australia terlihat pada gambar.

Setiap dari seri Jam Tangan Klasik Jaeger LeCoultre Master Grand Tourbillon Continents ini akan diproduksi secara terbatas dengan 20 buah dari bahan platinum, 20 buah dalam warna emas merah muda dan 20 lagi dengan emas kuning, kesemuanya dibekali dengan sebuah penutup belakang sasis kaca Kristal safir yg menyingkap mesin dalaman dari Jaeger LeCoultre Kalibre 978. Komponen regulator tourbillon terletak pada posisi jam 6 , di tengah daratan atau lautan tergantung pada modelnya.

Comments

Popular posts from this blog

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono melangkah maju dengan tingkat daya baca chronograph. Peningkatan yg simpel namun signifikan ini diraih melalui penggunaan jarum jam sentral yg terpasang untuk menampilkan detik chronograph berjalan dan total menit chronograph berjalan. Jam tangan Carl F. Bucherer menjadi sangat populer setelah ikut bekerjasama dengan film John Wick yg kedua , dimana John sendiri menggunakan model Manero Autodate. Sedangkan di sekuel kedua, semua pemeran utama menggunakan berbagai model jam Carl F. Bucherer. Kebanyakan fungsi chronograph menampilkan menit berjalan di sebuah subdial. Oleh karena ukurannya yg kecil, subdial ini biasanya sulit untuk dibaca, terutama penghitung berjenis 60 menit. Subdial juga dapat terganggu oleh jarum jam dan menit. Carl F. Bucherer Manero CentralChrono memiliki tampilan penghitung chronograph 60 menit dibagian terluar dari muka dial ,yg mempermudah daya baca dan tidak terhalang oleh apapun. Tampilan ini adalah sebu...

Jam Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu

Hublot mengumumkan peluncuran J am Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu , jam ini adalah jam dalam kategori mewah dan terbatas. Jam tangan ini adalah versi desain ulang dari Hublot Big Bang Unico yg rancangan dial dan sistem penunjuk waktu yg inspirasi desainnya dikerjakan oleh seniman tato asal Swiss Maxime Buchi . Hublot Big Bang Sang Bleu mendapatkan namanya dari majalah dan merek desain kontemporer yg didirikan oleh Buchi di tahun 2006. Jam tangan Hublot yg baru ini langsung mengundang decak kagum dengan desain garis garis tegas dan pinggiran bezel heksagonal atau segi enam yg menyajikan tampilan geometri 3 dimensi, ini adalah kunci elemen estetika dari seni tato Buchi, yg telah menangani banyak selebriti seperti Kanye West dan Adam Lambert. Desain “ukiran gelas dan logam ” ini lalu disempurnakan oleh dial berwarna hitam matte, dengan pinggiran roda lebar berwarna hitam satin yg distempel dengan marka penunjuk jam dan indeks menit, dan diberikan sentuhan akhir tulisan khas Buchi....

Review Sejarah Jam Tangan Seiko

Review Sejarah Jam Tangan Seiko , bagi kalian yg mengenal Seiko dengan produk jam tangan berjenis Quartz atau baterai buatan mereka yg terkenal murah atau baru saja mengenal produk Grand Seiko yg kelasnya lebih mewah, mungkin tidak mengenal sejarah Seiko dalam membuat jam tangan kembali ke akhir abad ke 19 , dan beberapa diantaranya menjadi jam tangan pertama di dunia dalam kategorinya sendiri. Jam Saku Seikosha Timekeeper ( tahun 1895) Pendiri Seiko Kintaro Hattori berumur 21 tahun ketika dia membuka toko jam K. Hattori di distrik Kyobashi Tokyo dan mulai membuat dan memperbaiki jam. Umurnya 31 tahun ketika dia bekerjasama dengan seorang insinyur bernama Tsuruhiko Yoshikawa untuk membangun pabrik jam Seikosha yg menjadi cikal bakal Seiko hari ini di tahun 1892. Setelah melalui beberapa tahun membuat jam dinding, Seikosha merilis jam saku pertamanya yg dinamai Timekeeper pada tahun 1895. Sasis jam perak berdiameter 54.9 mm dibuat di Jepang , namun kebanyakan bagian dari mesin 2...