Skip to main content

Jam Tangan Klasik Glashutte Original Senator Chronometer


Jam Tangan Klasik Glashutte Original Senator Chronometer mengkombinasikan elemen elemen desain vintage dan modern. Jam tangan ini juga merupakan model pertama Glashutte Original yg disertifikasi chronometer yg dikeluarkan oleh standar Jerman DIN 8319. Perbedaan utama antara standar DIN dan COSC adalah Jerman menguji jam tangan yg sudah jadi sedang COSC hanya menguji mesinnya saja. Sama seperti COSC, pengujian standar DIN Jerman terdiri dari pengetesan akurasi waktu di beberapa posisi dan suhu temperatur, dan standar waktu dasar adalah -4 sampai +6 detik.

Glashutte Original Senator Chronometer dijalankan oleh mesin pergerakan manual Kaliber 58-01 yg dirancang ulang dengan mekanisme penghenti detik reset yg baru. Mekanisme yg baru ini membuat proses sinkronisasi antara jarum jam dan menit menjadi otomatis. Dengan menarik mahkota crown maka tampilan waktu akan terhanti dan jarum detik akan meloncat kembali keposisi jam 12, sedangkan jarum menit akan tetap berjalan di setiap menit penuh. Ketika mahkota crown diputar untuk menyesuaikan waktu, jarum menit akan berhenti hanya pada indikasi menit penuh, menjamin hubungan yg tepat antara menit dan detik yg ditampilkan.

Dial dari Senator Chronometer diwarisi dari sebuah jam saku chronometer vintage. Terdapat sebuah indikator status daya cadangan pada posisi jam 12 dan jendela penanggalan panorama di posisi jam 3. Mesin jam ini juga menyediakan fitur indikator siang/malam mulai dari jam 6 pagi sampai jam 6 malam, linkaran kecil yg terletak antara indikator daya cadangan dan bagian tengah dial akan berwarna putih ketika siang dan menjadi hitam ketika berganti malam. Sebuah teknik tradisional yg dikenal sebagai l’argenture grainee dipakai untuk membuat lapisan perak beku dari dial. Sentuhan akhirnya dibuat oleh semburan mesin diatas permukaan dial berbahan kuningan dengan sebuah campuran air, kapur dan kayu. Lalu ,pasta yg terdiri dari bubuk perak dan air diaplikasikan ke atas permukaannya oleh tangan secara manual. Hasil akhirnya adalah tekstur halus yg mengesankan.

Dibaliknya , mesin Kaliber 58-01 dapat diamati melalui penutup dari kaca Kristal safir anti reflektif. Dalam tradisi Glashutte, mesin jam buatan mereka memiliki pelat 3 1/4, chaton penjepit permata emas dengan ulir yg disekrup dan sebuah lengan penyeimbang yg diukir oleh tangan.

Jam Tangan Klasik Glashutte Original Senator Chronometer dengan sasis berukuran 42mm tersedia dalam pilihan warna emas rose yg dihargai senilai $26,900 atau setara dengan Rp 363,000,000 dan model emas putih dengan bandrol harga $28,000 atau setara dengan Rp 378,000,000. Keduanya memiliki dial berwarna putih dan dilengkapi tali jam kulit buaya dengan kaitan lipat.

Comments

Popular posts from this blog

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono melangkah maju dengan tingkat daya baca chronograph. Peningkatan yg simpel namun signifikan ini diraih melalui penggunaan jarum jam sentral yg terpasang untuk menampilkan detik chronograph berjalan dan total menit chronograph berjalan. Jam tangan Carl F. Bucherer menjadi sangat populer setelah ikut bekerjasama dengan film John Wick yg kedua , dimana John sendiri menggunakan model Manero Autodate. Sedangkan di sekuel kedua, semua pemeran utama menggunakan berbagai model jam Carl F. Bucherer. Kebanyakan fungsi chronograph menampilkan menit berjalan di sebuah subdial. Oleh karena ukurannya yg kecil, subdial ini biasanya sulit untuk dibaca, terutama penghitung berjenis 60 menit. Subdial juga dapat terganggu oleh jarum jam dan menit. Carl F. Bucherer Manero CentralChrono memiliki tampilan penghitung chronograph 60 menit dibagian terluar dari muka dial ,yg mempermudah daya baca dan tidak terhalang oleh apapun. Tampilan ini adalah sebu...

Jam Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu

Hublot mengumumkan peluncuran J am Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu , jam ini adalah jam dalam kategori mewah dan terbatas. Jam tangan ini adalah versi desain ulang dari Hublot Big Bang Unico yg rancangan dial dan sistem penunjuk waktu yg inspirasi desainnya dikerjakan oleh seniman tato asal Swiss Maxime Buchi . Hublot Big Bang Sang Bleu mendapatkan namanya dari majalah dan merek desain kontemporer yg didirikan oleh Buchi di tahun 2006. Jam tangan Hublot yg baru ini langsung mengundang decak kagum dengan desain garis garis tegas dan pinggiran bezel heksagonal atau segi enam yg menyajikan tampilan geometri 3 dimensi, ini adalah kunci elemen estetika dari seni tato Buchi, yg telah menangani banyak selebriti seperti Kanye West dan Adam Lambert. Desain “ukiran gelas dan logam ” ini lalu disempurnakan oleh dial berwarna hitam matte, dengan pinggiran roda lebar berwarna hitam satin yg distempel dengan marka penunjuk jam dan indeks menit, dan diberikan sentuhan akhir tulisan khas Buchi....

Review Sejarah Jam Tangan Seiko

Review Sejarah Jam Tangan Seiko , bagi kalian yg mengenal Seiko dengan produk jam tangan berjenis Quartz atau baterai buatan mereka yg terkenal murah atau baru saja mengenal produk Grand Seiko yg kelasnya lebih mewah, mungkin tidak mengenal sejarah Seiko dalam membuat jam tangan kembali ke akhir abad ke 19 , dan beberapa diantaranya menjadi jam tangan pertama di dunia dalam kategorinya sendiri. Jam Saku Seikosha Timekeeper ( tahun 1895) Pendiri Seiko Kintaro Hattori berumur 21 tahun ketika dia membuka toko jam K. Hattori di distrik Kyobashi Tokyo dan mulai membuat dan memperbaiki jam. Umurnya 31 tahun ketika dia bekerjasama dengan seorang insinyur bernama Tsuruhiko Yoshikawa untuk membangun pabrik jam Seikosha yg menjadi cikal bakal Seiko hari ini di tahun 1892. Setelah melalui beberapa tahun membuat jam dinding, Seikosha merilis jam saku pertamanya yg dinamai Timekeeper pada tahun 1895. Sasis jam perak berdiameter 54.9 mm dibuat di Jepang , namun kebanyakan bagian dari mesin 2...