Skip to main content

Jam Tangan Casio Edifice Black Label


Jam Tangan Casio Edifice Black Label , Casio baru saja menambahkan beberapa produk jam tangan baru kedalam lini produk Casio Black x Rose Gold dengan peluncuran model jam baru yg bertemakan warna rose gold bersama dengan produk jam bertema warna hitam milik mereka. Ketiga jam tangan didalam seri ini dibekali dengan sejumlah fitur seperti ketahanan air sedalam 100m, fungsi world time dan chronograph.

Jam tangan Casio Edifice adalah baris produk premium yg lebih mengarah ke segmen pasar jam dengan tampilan analog ,berbeda dengan Casio G-Shock yg memiliki karakteristik ciri khas digital. Walaupun semua lini produk jam Casio menggunakan mesin berjenis Quartz atau baterai yg tentunya sulit untuk bersaing dengan nilai nilai tradisional jam buatan Swiss contohnya, namun hal ini menguntungkan Casio untuk menempatkan dirinya di tengah tengah pasar jam tangan pemula.  

Jam Casio dengan nomor referensi EQWM1100CG-1 yg dijual seharga $450 atau setara dengan IDR 6,000,000 an dilengkapi fitur pencocokan waktu atom otomatis multi band 6 , yg artinya setiap dari pemakai jam tangan ini tidak perlu lagi menyesuaikan waktu karena sudah secara otomatis terhubung dengan jam atom di Amerika , Jerman , Inggris ,China dan Jepang. Jam ini jua memiliki dial berdimensi 3D dengan chronograph.

Model Casio EQS500CG-1A yg dibandrol dengan harga $330 aau setara dengan Rp 4,450,000 memiliki fungsi chronograph yg melakukan pengukuran seper seratus ( 1/100 ) detik dan fitur tenaga surya. Dan model Casio EFR516PG-1AV seharga $200 atau setara IDR 2,700,000 mempunyai fungsi chronograph seper dua puluh ( 1/20 ) detik , tampilan tanggal dan tachymeter.

Jam Tangan Casio Edifice Black Label adalah pilihan tepat bagi kalian yg mengutamakan fungsi ketimbang seni dan nilai artistik yg umumnya hanya dapat ditemukan di produk jam tangan mewah yg lebih mahal ,terutama jam buatan Swiss dan Jerman. Produk jam tangan buatan Jepang ,khususnya Casio lebih mengedepankan fungsionalitas dan disusul dengan nilai nilai estetika khas Jepang yg menjunjung tinggi nilai nilai presisi dan kekuatan desain.

Comments

Popular posts from this blog

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono

Jam Tangan Carl F. Bucherer Manero Central Chrono melangkah maju dengan tingkat daya baca chronograph. Peningkatan yg simpel namun signifikan ini diraih melalui penggunaan jarum jam sentral yg terpasang untuk menampilkan detik chronograph berjalan dan total menit chronograph berjalan. Jam tangan Carl F. Bucherer menjadi sangat populer setelah ikut bekerjasama dengan film John Wick yg kedua , dimana John sendiri menggunakan model Manero Autodate. Sedangkan di sekuel kedua, semua pemeran utama menggunakan berbagai model jam Carl F. Bucherer. Kebanyakan fungsi chronograph menampilkan menit berjalan di sebuah subdial. Oleh karena ukurannya yg kecil, subdial ini biasanya sulit untuk dibaca, terutama penghitung berjenis 60 menit. Subdial juga dapat terganggu oleh jarum jam dan menit. Carl F. Bucherer Manero CentralChrono memiliki tampilan penghitung chronograph 60 menit dibagian terluar dari muka dial ,yg mempermudah daya baca dan tidak terhalang oleh apapun. Tampilan ini adalah sebu...

Jam Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu

Hublot mengumumkan peluncuran J am Tangan Hublot Big Bang Sang Bleu , jam ini adalah jam dalam kategori mewah dan terbatas. Jam tangan ini adalah versi desain ulang dari Hublot Big Bang Unico yg rancangan dial dan sistem penunjuk waktu yg inspirasi desainnya dikerjakan oleh seniman tato asal Swiss Maxime Buchi . Hublot Big Bang Sang Bleu mendapatkan namanya dari majalah dan merek desain kontemporer yg didirikan oleh Buchi di tahun 2006. Jam tangan Hublot yg baru ini langsung mengundang decak kagum dengan desain garis garis tegas dan pinggiran bezel heksagonal atau segi enam yg menyajikan tampilan geometri 3 dimensi, ini adalah kunci elemen estetika dari seni tato Buchi, yg telah menangani banyak selebriti seperti Kanye West dan Adam Lambert. Desain “ukiran gelas dan logam ” ini lalu disempurnakan oleh dial berwarna hitam matte, dengan pinggiran roda lebar berwarna hitam satin yg distempel dengan marka penunjuk jam dan indeks menit, dan diberikan sentuhan akhir tulisan khas Buchi....

Review Sejarah Jam Tangan Seiko

Review Sejarah Jam Tangan Seiko , bagi kalian yg mengenal Seiko dengan produk jam tangan berjenis Quartz atau baterai buatan mereka yg terkenal murah atau baru saja mengenal produk Grand Seiko yg kelasnya lebih mewah, mungkin tidak mengenal sejarah Seiko dalam membuat jam tangan kembali ke akhir abad ke 19 , dan beberapa diantaranya menjadi jam tangan pertama di dunia dalam kategorinya sendiri. Jam Saku Seikosha Timekeeper ( tahun 1895) Pendiri Seiko Kintaro Hattori berumur 21 tahun ketika dia membuka toko jam K. Hattori di distrik Kyobashi Tokyo dan mulai membuat dan memperbaiki jam. Umurnya 31 tahun ketika dia bekerjasama dengan seorang insinyur bernama Tsuruhiko Yoshikawa untuk membangun pabrik jam Seikosha yg menjadi cikal bakal Seiko hari ini di tahun 1892. Setelah melalui beberapa tahun membuat jam dinding, Seikosha merilis jam saku pertamanya yg dinamai Timekeeper pada tahun 1895. Sasis jam perak berdiameter 54.9 mm dibuat di Jepang , namun kebanyakan bagian dari mesin 2...